← Back to Blog
Financial Planning

Cara Menghitung PPh 21 Pribadi dan Melapor SPT Tahunan

Prime Family Editorial · September 10, 2026
Cara Menghitung PPh 21 Pribadi dan Melapor SPT Tahunan

Alur perhitungan dari penghasilan bruto sampai pajak terutang, peran PTKP dan tarif berlapis, serta langkah pelaporan tahunan secara online.


Setiap awal tahun pertanyaan ini kembali muncul. Bagi karyawan, sebagian besar pekerjaannya sudah dilakukan pemberi kerja. Yang tetap menjadi kewajiban pribadi adalah melaporkannya.

Ruang Lingkup Kami

Prime Family adalah distributor asuransi resmi Allianz, bukan konsultan pajak. Penjelasan di bawah adalah gambaran umum atas ketentuan yang berlaku publik dan bisa berubah. Untuk perhitungan dan pelaporan yang mengikat, rujuk ketentuan resmi Direktorat Jenderal Pajak atau konsultan pajak terdaftar.

Alur perhitungannya

Secara garis besar, urutannya seperti ini:

  1. Penghasilan bruto setahun. Gaji, tunjangan, dan penerimaan lain yang menjadi objek pajak.
  2. Dikurangi pengurang yang diperbolehkan, seperti biaya jabatan dan iuran tertentu, sesuai batas yang ditetapkan.
  3. Dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak. Besarnya tergantung status Anda: sendiri, menikah, dan jumlah tanggungan sampai batas tertentu.
  4. Hasilnya adalah Penghasilan Kena Pajak. Ini yang dikenai tarif.
  5. Tarifnya berlapis. Lapis pertama dikenai tarif terendah, lapis berikutnya lebih tinggi, dan seterusnya.

Bagian yang paling sering disalahpahami

Banyak orang mengira kalau penghasilannya naik melewati satu lapis, seluruh penghasilannya kena tarif yang lebih tinggi. Itu tidak benar.

Tarif berlapis bekerja per potongan. Hanya bagian penghasilan yang berada di lapis atas yang dikenai tarif lapis atas, sementara bagian di bawahnya tetap memakai tarif yang lebih rendah. Karena itu naik gaji tidak pernah membuat penghasilan bersih Anda turun.

Inti

Naik ke lapis tarif berikutnya tidak membuat seluruh penghasilan Anda dikenai tarif baru. Hanya bagian yang melewati batas itu saja.

Melapor SPT Tahunan

Untuk karyawan, alurnya umumnya:

  1. Minta bukti potong dari pemberi kerja.
  2. Masuk ke layanan pajak online dengan NPWP dan kata sandi Anda.
  3. Pilih formulir yang sesuai dengan besar penghasilan dan sumbernya.
  4. Isi sesuai bukti potong, tambahkan penghasilan lain bila ada.
  5. Laporkan pula harta dan kewajiban per akhir tahun.
  6. Kirim, lalu simpan bukti penerimaannya.

Batas waktu pelaporan tahunan untuk orang pribadi umumnya akhir Maret. Periksa ketentuan terbaru setiap tahun, karena aturan dan batas nilainya dapat berubah.

Kolom harta yang sering diisi asal

Bagian ini yang paling sering dianggap remeh, padahal berguna untuk Anda sendiri. Mengisi kolom harta dan kewajiban memaksa Anda melihat nilai bersih keluarga sekali setahun: seluruh aset dikurangi seluruh kewajiban.

Angka itu kebetulan salah satu dari tujuh angka yang kami sebut dalam tulisan tentang financial check-up. Jadi kalau Anda mengisinya dengan benar, sebenarnya Anda sedang mengerjakan sebagian pemeriksaan keuangan tahunan Anda sendiri.

Yang perlu diperhatikan pemilik usaha

Kalau penghasilan Anda tidak hanya dari satu pemberi kerja, perhitungannya berbeda dan pencatatannya lebih menuntut. Pisahkan rekening usaha dari rekening pribadi sejak awal, karena mencampurnya membuat pelaporan jauh lebih rumit dan berisiko keliru. Kami membahas hal ini di tulisan tentang uang bisnis yang menyamar jadi uang rumah tangga.

Kami bantu merapikan gambaran keuangan keluarga Anda, termasuk memisahkan uang usaha dan pribadi. Bicara dengan konsultan Prime Family.

Konsultasi awal, tinjauan rencana yang sudah Anda miliki, dan pendampingan proses klaim tidak dikenakan biaya. Anda tidak perlu memutuskan apa pun di pertemuan pertama.

Comments

Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.

Commenter account

For you

Find