
Kenapa uang yang diam kehilangan daya beli, mengapa inflasi yang Anda alami bisa berbeda dari angka umum, dan cara menyusun perlindungan nilainya.
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Akibatnya sederhana dan pelan: uang yang jumlahnya tetap membeli lebih sedikit setiap tahun.
Yang membuatnya berbahaya bukan besarnya, melainkan diamnya. Tidak ada notifikasi saat daya beli Anda turun.
Angka inflasi umum adalah rata-rata dari keranjang belanja seluruh penduduk. Keranjang Anda berbeda, dan beberapa pos naik jauh lebih cepat dari rata-rata.
Dua yang paling menentukan bagi keluarga:
Kalau dua pos itu porsinya besar di keluarga Anda, inflasi pribadi Anda lebih tinggi dari angka umum, berapa pun yang diberitakan.
Yang perlu Anda kalahkan bukan inflasi umum, tapi inflasi keranjang belanja keluarga Anda sendiri. Dua pos yang paling cepat naik biasanya kesehatan dan pendidikan.
Uang di rekening yang bunganya sangat kecil tetap bertambah secara angka, tapi daya belinya menyusut kalau kenaikan harga lebih cepat dari bunganya. Selisih itu tidak terasa dalam setahun. Dalam sepuluh tahun, selisihnya sangat terasa.
Ini bukan alasan mengosongkan tabungan. Dana darurat memang harus diam dan aman. Ini alasan untuk tidak menaruh seluruh kekayaan dalam bentuk yang diam.
Lapis ketiga sering terlewat dalam pembahasan inflasi. Padahal untuk biaya kesehatan, mengejar kenaikan 17,8 persen per tahun dengan menabung sendiri adalah lomba yang sangat berat. Memindahkan risikonya jauh lebih masuk akal daripada berusaha menabung secepat kenaikan biayanya.
Pertanyaan terakhir yang paling sering mengejutkan. Manfaat yang memadai lima tahun lalu bisa jadi sudah tertinggal jauh hari ini, dan tidak ada yang memberi tahu Anda.
Kami bantu memeriksa apakah rencana Anda masih sejalan dengan harga hari ini. Bicara dengan konsultan Prime Family.
Konsultasi awal, tinjauan rencana yang sudah Anda miliki, dan pendampingan proses klaim tidak dikenakan biaya. Anda tidak perlu memutuskan apa pun di pertemuan pertama.






Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.