
Tujuan dan keinginan kita hari ini hampir pasti berubah dalam 10 tahun. Cara menyusun rencana keuangan yang lentur, menghindari keputusan ekstrem, dan menerima perubahan tanpa merasa gagal.
Coba ingat cita-citamu sepuluh tahun lalu. Pekerjaan yang ingin kamu tekuni, kota yang ingin kamu tinggali, gaya hidup yang kamu bayangkan. Berapa banyak yang masih sama? Kalau banyak yang berubah, kamu tidak sendiri. Hampir semua orang meremehkan seberapa besar dirinya akan berubah.
Tulisan keempat belas seri Psikologi Uang ini membahas satu kenyataan yang jarang dimasukkan ke rencana keuangan: dirimu di masa depan adalah orang yang agak berbeda, dengan keinginan yang berbeda.
Kita bisa dengan mudah melihat betapa banyak kita berubah di masa lalu. Tapi saat melihat ke depan, kita cenderung mengira diri kita akan tetap sama. Akibatnya, kita membuat keputusan jangka panjang berdasarkan keinginan hari ini, lalu kaget ketika keinginan itu berubah dan keputusannya sulit dibatalkan.
Keputusan yang paling sering disesali adalah keputusan ekstrem. Menghabiskan semua penghasilan tanpa menabung, atau sebaliknya, hidup terlalu hemat sampai tidak menikmati apa pun. Bekerja tanpa henti demi target yang ternyata tidak lagi penting. Mengunci seluruh uang di satu aset yang sulit dicairkan.
Posisi tengah yang seimbang memberi ruang bagi dirimu di masa depan untuk berubah pikiran tanpa kehilangan terlalu banyak. Menabung dengan wajar, menikmati hidup dengan wajar, dan menjaga pilihan tetap terbuka.
Banyak pemilik usaha menaruh hampir seluruh kekayaannya di dalam usaha. Itu wajar di masa awal. Tapi seiring waktu, tujuan hidup bisa berubah: ingin lebih banyak waktu dengan keluarga, ingin menjual usaha, atau ingin memulai sesuatu yang baru. Membangun aset pribadi di luar usaha memberimu kebebasan untuk mengikuti perubahan itu tanpa harus memulai dari nol.
Satu hal lagi: saat berubah pikiran, jangan terjebak pada biaya yang sudah keluar. Uang dan waktu yang sudah dihabiskan untuk sebuah rencana lama tidak kembali dengan bertahan di jalan yang salah. Baca juga apa itu cash flow planning.
Kamu akan berubah, dan itu bukan kegagalan. Susun rencana yang cukup lentur untuk menampung versi dirimu di masa depan, hindari keputusan ekstrem, dan berani meninggalkan rencana lama saat memang sudah tidak cocok.
Mau menyusun rencana yang cukup lentur untuk tujuan yang terus bergerak? Konsultasikan dengan Prime Family, gratis.
Seri Psikologi Uang · bagian 15 dari 21
Sebelumnya: #13 · Sisakan Ruang untuk Salah
Berikutnya: #15 · Tidak Ada yang Gratis, Termasuk Hasil Investasi
Gagasan tulisan ini berangkat dari bab "You'll Change" dalam buku The Psychology of Money karya Morgan Housel (2020). Tulisan ini esai kami sendiri, bukan ringkasan atau pengganti buku tersebut. Edukasi umum, bukan nasihat keuangan personal.






Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.