
Investor defensif tidak perlu memburu saham yang sedang ramai. Cukup pegang empat aturan: sebar ke banyak perusahaan, pilih yang besar dan sehat, punya rekam jejak dividen, dan tidak dibeli terlalu mahal. Juga cara menambah rutin tanpa menebak waktu.
Bagi investor defensif, keranjang saham tidak perlu diisi dengan perusahaan yang sedang ramai dibicarakan. Justru sebaliknya. Yang dicari adalah perusahaan yang membosankan: besar, sehat, sudah lama bertahan, dan dibeli di harga yang wajar.
Tulisan kelima seri Investor Cerdas ini membahas aturan sederhana untuk mengisi keranjang tumbuh bagi investor yang tidak ingin menghabiskan banyak waktu menganalisis.
Aturan pertama adalah yang paling penting. Menyebar ke banyak perusahaan berarti satu kesalahan tidak akan merusak seluruh portofolio. Bagi banyak investor sibuk, cara paling praktis untuk menyebar adalah lewat instrumen berbasis indeks atau reksa dana saham yang berisi banyak perusahaan sekaligus.
Perusahaan yang tumbuh sangat cepat memang menarik. Masalahnya, semua orang juga tahu itu, sehingga harganya sering sudah mencerminkan harapan yang sangat tinggi. Kalau pertumbuhannya sedikit saja melambat, harganya bisa turun tajam. Bagi investor defensif, membayar mahal untuk harapan adalah risiko yang tidak perlu diambil.
Cara yang sangat cocok untuk investor defensif adalah menambah investasi dengan jumlah yang sama secara rutin, misalnya setiap bulan. Saat harga turun, uang yang sama membeli lebih banyak unit. Saat harga naik, membeli lebih sedikit. Dalam jangka panjang, rata-rata harga belinya menjadi lebih wajar tanpa perlu menebak waktu yang tepat.
Untuk pemilik usaha dengan penghasilan yang tidak tetap setiap bulan, prinsip ini tetap bisa dipakai. Tetapkan jumlah minimum yang pasti disetor, lalu tambahkan ekstra di bulan-bulan yang usahanya sedang bagus. Baca juga grafik biaya reksa dana vs indeks yang kami hitung ulang.
Investor defensif mengisi keranjang saham dengan banyak perusahaan besar yang sehat, punya rekam jejak panjang, dan dibeli di harga wajar. Tambah secara rutin, dan biarkan waktu yang bekerja.
Mau menyusun keranjang tumbuh yang sederhana dan tersebar? Ngobrol dengan konsultan Prime Family, gratis.
Seri Investor Cerdas · bagian 6 dari 21
Sebelumnya: #4 · Investor Defensif: Menyeimbangkan Saham dan Obligasi
Berikutnya: #6 · Investor Aktif, Bagian 1: Apa yang Sebaiknya Dihindari
Gagasan tulisan ini berangkat dari bab "The Defensive Investor and Common Stocks" dalam buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham (edisi revisi 1973). Tulisan ini esai kami sendiri, bukan ringkasan atau pengganti buku tersebut. Edukasi umum, bukan nasihat investasi, dan bukan rekomendasi efek atau produk tertentu.






Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.