
Sebelum mencari peluang, investor aktif perlu tahu apa yang sebaiknya dihindari: surat utang berisiko tinggi yang imbalnya tidak sepadan, saham perdana yang dijual saat pasar bergairah, dan instrumen yang tidak dipahami.
Banyak orang memulai investasi aktif dengan pertanyaan "apa yang harus dibeli?". Pertanyaan yang lebih berguna justru kebalikannya: "apa yang sebaiknya tidak dibeli?". Menghindari kesalahan besar sering memberi dampak lebih besar daripada menemukan peluang besar.
Tulisan keenam seri Investor Cerdas ini membuka pembahasan tentang investor aktif dari sisi pertahanan. Sebelum menyerang, pastikan kamu tahu jebakan-jebakan yang paling sering memakan korban.
Surat utang atau instrumen pendapatan tetap dengan bunga jauh di atas rata-rata biasanya punya alasan: risiko gagal bayarnya lebih tinggi. Bunga ekstra itu adalah bayaran untuk menanggung risiko. Masalahnya, keuntungannya terbatas (hanya bunga yang dijanjikan), sementara kerugiannya bisa sampai kehilangan sebagian besar pokok. Kombinasi untung terbatas dan rugi besar ini jarang layak diambil investor individu.
Perusahaan cenderung menawarkan sahamnya ke publik saat kondisi pasar sedang bagus dan investor sedang bersemangat. Itu wajar dari sisi mereka, karena mereka ingin mendapat harga terbaik. Tapi dari sisi pembeli, artinya kita sering membeli di saat harga sedang paling tinggi. Cerita pertumbuhannya biasanya menarik, sementara rekam jejaknya masih pendek.
Tidak semua penawaran perdana buruk. Tapi investor aktif yang disiplin menilainya dengan standar yang sama seperti saham lain: laba, aset, utang, dan harga. Bukan dengan antusiasme.
Produk dengan struktur rumit, janji hasil pasti yang tinggi, atau skema yang sulit dijelaskan dalam dua kalimat sebaiknya dilewati. Kalau kamu tidak bisa menjelaskan dari mana hasilnya berasal, kamu juga tidak bisa menilai risikonya.
Pemilik usaha punya refleks yang bagus di sini. Kamu tidak akan menandatangani kontrak pemasok yang tidak kamu pahami. Terapkan standar yang sama pada investasi. Baca juga risiko P2P lending yang perlu dipahami sebelum mendanai.
Investor aktif yang baik dimulai dari tahu apa yang dihindari: imbal tinggi yang tidak sepadan dengan risikonya, antusiasme penawaran baru, dan instrumen yang tidak dipahami. Menghindari kerugian besar adalah separuh dari kemenangan.
Mau memeriksa apakah ada jebakan tersembunyi di portofoliomu? Konsultasikan dengan Prime Family, gratis.
Seri Investor Cerdas · bagian 7 dari 21
Sebelumnya: #5 · Saham untuk Investor Defensif
Berikutnya: #7 · Investor Aktif, Bagian 2: Mencari Peluang dengan Disiplin
Gagasan tulisan ini berangkat dari bab "Portfolio Policy for the Enterprising Investor: Negative Approach" dalam buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham (edisi revisi 1973). Tulisan ini esai kami sendiri, bukan ringkasan atau pengganti buku tersebut. Edukasi umum, bukan nasihat investasi, dan bukan rekomendasi efek atau produk tertentu.






Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.