← Back to Blog
Investor Cerdas

Investor Cerdas #14 · Kriteria Memilih Saham ala Investor Defensif

Prime Family Editorial · September 11, 2026
Investor Cerdas #14 · Kriteria Memilih Saham ala Investor Defensif

Tujuh kriteria klasik untuk menyaring saham bagi investor defensif: ukuran, kekuatan keuangan, stabilitas laba, rekam jejak dividen, pertumbuhan, dan harga yang wajar terhadap laba dan aset. Cara memakai semangatnya di pasar hari ini.


Investor defensif tidak punya waktu untuk menganalisis setiap perusahaan secara mendalam. Yang ia butuhkan adalah saringan: beberapa kriteria sederhana yang menyingkirkan sebagian besar perusahaan berisiko, sehingga yang tersisa hanya kandidat yang layak dipertimbangkan.

Tulisan keempat belas seri Investor Cerdas ini membahas tujuh kriteria klasik untuk menyaring saham. Angka aslinya dirancang untuk pasar dan zaman yang berbeda, jadi yang lebih penting untuk dibawa adalah semangatnya.

Tujuh saringan

Tujuh saringan untuk investor defensif1. Ukuran cukup besar. Perusahaan kecil lebih rentan terhadap guncangan.2. Keuangan kuat. Aset lancar jauh melebihi utang lancar; utang jangka panjang terkendali.3. Laba stabil. Tidak pernah rugi dalam rentang waktu yang panjang.4. Dividen tak terputus. Rutin berbagi keuntungan selama bertahun-tahun.5. Laba tumbuh. Rata-rata laba beberapa tahun terakhir lebih tinggi dari satu dekade lalu.6. Harga wajar terhadap laba. Tidak membayar kelipatan laba yang terlalu tinggi.7. Harga wajar terhadap aset. Tidak membayar jauh di atas nilai buku perusahaan.
Lima saringan pertama menilai kualitas. Dua terakhir menilai harga. Kualitas dan harga sama-sama harus lolos.

Semangatnya: kualitas yang terbukti, harga yang tidak berlebihan

Kalau diringkas, tujuh kriteria ini menanyakan dua hal. Pertama, apakah perusahaan ini sudah membuktikan dirinya dalam waktu yang panjang, termasuk melewati masa-masa sulit? Kedua, apakah harganya tidak terlalu mahal dibanding laba dan asetnya? Perusahaan yang lolos keduanya jarang menjadi bintang yang ramai dibicarakan, tapi juga jarang menjadi bencana.

Salah satu versi klasik menggabungkan saringan 6 dan 7 menjadi satu batas: kelipatan harga terhadap laba dikali kelipatan harga terhadap nilai buku sebaiknya tidak melebihi sekitar 22,5. Angka ini bukan hukum, tapi cara sederhana menjaga agar kita tidak membayar terlalu mahal untuk keduanya sekaligus.

Batas gabungan: harga/laba × harga/nilai buku ≤ 22,5harga terhadap laba (kali)5101520251234harga / nilai buku15 × 1,510 × 2,25zona wajarterlalu mahal
Contoh titik batas: 15 kali laba dengan 1,5 kali nilai buku, atau 10 kali laba dengan 2,25 kali nilai buku.

Menyesuaikan dengan pasar hari ini

Angka-angka asli dalam kriteria ini dibuat untuk pasar tertentu di masa tertentu. Di pasar hari ini, termasuk di Indonesia, jumlah perusahaan yang lolos semua saringan secara ketat mungkin sedikit. Karena itu, banyak investor defensif memilih jalan praktis: menyerahkan penyaringan pada instrumen berbasis indeks atau reksa dana, lalu memakai kriteria ini sebagai alat untuk memahami dan mengevaluasi isinya.

Untuk pemilik usaha, saringan yang sama bisa dipakai saat menilai calon pemasok besar atau mitra jangka panjang: sudah berapa lama mereka bertahan, seberapa sehat keuangannya, dan apakah harga yang mereka minta masuk akal. Baca juga alokasi aset sesuai usia.

Yang bisa dibawa pulang

Tujuh saringan ini menanyakan dua hal: apakah kualitasnya sudah terbukti, dan apakah harganya tidak berlebihan. Pakai semangatnya, sesuaikan angkanya dengan pasar hari ini, dan jangan pernah melonggarkan salah satunya karena cerita yang menarik.

Yang bisa dilakukan minggu ini

  • Pilih satu perusahaan terbuka dan periksa berapa dari tujuh saringan yang dilewatinya.
  • Kalau kamu memakai reksa dana saham atau indeks, cari tahu perusahaan terbesar di dalamnya dan uji dengan saringan yang sama.
  • Catat saringan mana yang paling sering gagal. Itu biasanya titik risiko terbesar.

Mau menyusun saringan investasi yang sesuai dengan profilmu? Ngobrol dengan konsultan Prime Family, gratis.

Seri Investor Cerdas · bagian 15 dari 21

Sebelumnya: #13 · Membandingkan Empat Perusahaan Tanpa Terjebak Cerita

Berikutnya: #15 · Investor Aktif Memilih Saham: Murah Belum Tentu Bagus

Lihat semua tulisan di Jurnal

Gagasan tulisan ini berangkat dari bab "Stock Selection for the Defensive Investor" dalam buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham (edisi revisi 1973). Tulisan ini esai kami sendiri, bukan ringkasan atau pengganti buku tersebut. Edukasi umum, bukan nasihat investasi, dan bukan rekomendasi efek atau produk tertentu.

Comments

Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.

Commenter account

For you

Find