← Back to Blog
InvestasiWealth

Alokasi Aset Sesuai Usia: Prinsip 100-Age dan Alternatifnya

PRO10 Editorial · August 10, 2026
Alokasi Aset Sesuai Usia: Prinsip 100-Age dan Alternatifnya

Rumus klasik 100-Age dibuat saat kondisi berbeda. Yang lebih penting: horizon tujuan dan kondisi menghadapi penurunan.


"Kapan saya harus pindah dari saham ke obligasi?" adalah pertanyaan yang salah. Yang benar: "Berapa proporsi masing-masing yang sesuai dengan usia dan tujuan saya?"

Prinsip 100-Age

Rule of thumb klasik: proporsi saham = 100 – usia Anda. Sisanya di obligasi/instrumen konservatif.

  • Usia 30 → 70% saham, 30% obligasi
  • Usia 50 → 50% saham, 50% obligasi
  • Usia 65 → 35% saham, 65% obligasi
ALOKASI SAHAM/OBLIGASI PER USIA 25 25% 75% saham 40 40% 60% saham 55 55% 45% saham 70 70% obligasi/konservatif 30% saham Semakin dekat masa pensiun, semakin kecil toleransi terhadap volatilitas.
Alokasi bergeser seiring waktu — tapi bukan berarti saham hilang total.

Kritik terhadap 100-Age

Rumus ini dibuat saat usia harapan hidup lebih pendek dan return obligasi lebih tinggi. Untuk kondisi sekarang, versi yang lebih pas adalah 110-Age atau 120-Age. Umur 50 → 60–70% saham, bukan 50%.

Yang jauh lebih penting dari rumus

  1. Horizon waktu tujuan. Dana yang dipakai 3 tahun lagi tidak boleh dominan saham, apa pun usia Anda.
  2. Kestabilan penghasilan. Business owner dengan penghasilan bervariasi butuh cadangan konservatif lebih besar dibanding karyawan tetap.
  3. Kondisi emosi menghadapi penurunan. Portofolio 80% saham tidak berguna kalau Anda panik menjual saat pasar turun 30%.

Jangan mulai dari rumus. Mulai dari kondisi Anda, lalu pakai rumus sebagai sanity check.

Yang Sering Dilupakan

Alokasi terbaik adalah yang bisa Anda pertahankan saat pasar turun 30%. Rumus mana pun kalah dari disiplin.

Ingin melihat angka untuk kondisi Anda sendiri? Bicara dengan PRO10 advisor — sesi perkenalan gratis, tanpa komitmen.

Comments

Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.

Commenter account

For you

Find