
Dana pendidikan berbeda dari tabungan biasa karena tanggalnya tidak bisa digeser. Cara menyusunnya, dan risiko yang paling sering dilupakan orang tua.
Hampir semua tujuan keuangan bisa ditunda. Rumah bisa menunggu dua tahun. Mobil bisa menunggu lebih lama. Pendidikan anak tidak. Anak Anda masuk kuliah pada tahun tertentu, apa pun keadaan keuangan keluarga saat itu.
Sifat itulah yang membuat dana pendidikan harus diperlakukan berbeda dari tabungan pada umumnya.
Untuk perhitungan rincinya, kami sudah membahas simulasi dengan asumsi kenaikan biaya sepuluh persen per tahun di artikel tersendiri di jurnal ini. Tulisan ini fokus pada cara menyusun rencananya.
Ini bagian yang jarang dibicarakan saat orang tua menabung untuk pendidikan anak: rencana itu berjalan dengan asumsi Anda masih ada dan masih berpenghasilan.
Kalau penyetornya berhenti, setorannya ikut berhenti. Tabungan yang sudah terkumpul memang tetap ada, tapi sisa targetnya tidak akan pernah terisi. Justru pada saat keluarga paling membutuhkan kepastian, satu-satunya tujuan yang tidak bisa ditunda malah kehilangan sumbernya.
Karena itu rencana pendidikan yang matang selalu punya dua bagian: akumulasi untuk mengumpulkan dananya, dan perlindungan yang memastikan sisa targetnya tetap tercapai meski penyetornya tidak ada. Bagian kedua ini yang paling sering hilang.
Dana pendidikan yang hanya ditabung bergantung pada satu asumsi: Anda masih ada sampai anak lulus. Rencana yang baik tidak menaruh masa depan anak di atas satu asumsi.
Pertanyaan terakhir biasanya yang paling tidak nyaman, dan paling menentukan.
Kami bantu menghitung target pendidikan anak Anda sekaligus mengunci rencananya. Bicara dengan konsultan Prime Family.
Konsultasi awal, tinjauan rencana yang sudah Anda miliki, dan pendampingan proses klaim tidak dikenakan biaya. Anda tidak perlu memutuskan apa pun di pertemuan pertama.






Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.