Rumus 3–6 bulan pengeluaran sering diulang tapi kurang membantu. Tiga tier berdasar stabilitas penghasilan, dengan contoh perhitungan.
Dana darurat sering disebut sebagai "3–6 bulan pengeluaran". Angka itu mudah diingat, tapi kurang membantu kalau Anda tidak tahu angka pengeluaran Anda sendiri, atau kalau kondisi Anda tidak masuk kategori standar.
Kami tulis panduan ini bukan untuk mengulang rumus umum, tapi untuk membantu Anda menghitung angka yang relevan dengan kondisi Anda.
Dana darurat = Pengeluaran wajib bulanan × N bulan. Nilai N bergantung pada tiga hal: (1) stabilitas penghasilan, (2) jumlah tanggungan, (3) kemudahan menemukan penghasilan pengganti.
Andi, karyawan tetap dengan istri (ibu rumah tangga) dan satu anak, pengeluaran wajib bulanan Rp 12 juta (cicilan rumah, makan, listrik, sekolah, transport).
Dana darurat bukan investasi. Prinsipnya likuiditas — bisa diambil dalam 24 jam tanpa penalti. Rekomendasi standar: tabungan bank untuk 1 bulan, deposito jangka pendek atau money market fund untuk sisanya.
Jangan taruh di reksadana saham, saham, atau instrumen dengan volatilitas tinggi. Nilai bisa turun tepat saat Anda butuh menariknya.
Dana darurat bukan pengganti asuransi kesehatan. Kalau satu kali rawat inap bisa menghabiskan seluruh dana darurat Anda, kondisi finansial Anda belum aman — masalahnya di sisi proteksi, bukan tabungan.
Ingin melihat angka untuk kondisi Anda sendiri? Bicara dengan PRO10 advisor — sesi perkenalan gratis, tanpa komitmen.
Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.