
Obligasi konversi dan waran sering ditawarkan sebagai pemanis: bisa ikut untung saat harga saham naik. Tapi pemanis selalu ada harganya, dan waran menambah jumlah saham yang bisa mengencerkan kepemilikan. Cara menghitungnya dengan tenang.
"Dapat bunga seperti obligasi, tapi bisa ikut untung seperti saham." Kalimat seperti ini membuat obligasi konversi terdengar sempurna. Di Indonesia, waran yang dibagikan bersama saham perdana juga sering dianggap bonus gratis. Tapi dalam investasi, pemanis hampir selalu ada harganya.
Tulisan keenam belas seri Investor Cerdas ini membahas dua instrumen yang sering ditawarkan sebagai pemanis: obligasi konversi dan waran. Bukan untuk menolaknya, tapi untuk menghitungnya dengan tenang.
Obligasi konversi adalah surat utang yang bisa ditukar menjadi saham perusahaan pada harga tertentu. Kalau harga saham naik tinggi, pemegangnya bisa menukar dan ikut untung. Kalau tidak, ia tetap menerima bunga dan pokok seperti obligasi biasa.
Kedengarannya ideal, tapi ada kompromi. Bunganya biasanya lebih rendah dari obligasi biasa perusahaan yang sama, karena sebagian "imbalan" sudah diberikan dalam bentuk hak konversi. Dan hak itu hanya bernilai kalau harga saham benar-benar naik melewati harga konversi. Kalau tidak, kamu hanya memegang obligasi dengan bunga yang lebih rendah.
Waran adalah hak untuk membeli saham perusahaan pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Di Indonesia, waran sering dibagikan bersama penawaran saham perdana sebagai pemanis. Ada dua hal yang perlu dipahami.
Sebelum tergoda pemanis, ajukan tiga pertanyaan. Tanpa pemanisnya, apakah instrumen utamanya (obligasi atau saham) layak dibeli? Berapa harga yang dibayar untuk pemanis itu, dalam bentuk bunga lebih rendah atau pengenceran? Dan seberapa realistis harga saham melewati harga konversi atau pelaksanaan dalam jangka waktunya?
Kalau jawaban pertanyaan pertama adalah "tidak", pemanis apa pun tidak akan mengubah kualitas instrumennya. Pemilik usaha yang pernah menerbitkan saham untuk investor atau karyawan juga paham: setiap lembar baru mengecilkan porsi pemilik lama. Baca juga cara membeli saham pertama kali.
Obligasi konversi dan waran memberi pemanis, tapi pemanis selalu ada harganya: bunga yang lebih rendah, risiko nilai nol, dan pengenceran. Nilai dulu instrumen utamanya, baru hitung pemanisnya.
Mau memahami instrumen yang kamu pegang dengan lebih jernih? Ngobrol dengan konsultan Prime Family, gratis.
Seri Investor Cerdas · bagian 17 dari 21
Sebelumnya: #15 · Investor Aktif Memilih Saham: Murah Belum Tentu Bagus
Berikutnya: #17 · Empat Pola Perusahaan yang Terlihat Hebat, lalu Tidak
Gagasan tulisan ini berangkat dari bab "Convertible Issues and Warrants" dalam buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham (edisi revisi 1973). Tulisan ini esai kami sendiri, bukan ringkasan atau pengganti buku tersebut. Edukasi umum, bukan nasihat investasi, dan bukan rekomendasi efek atau produk tertentu.






Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.